Drs. SUDIBYO
Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang dapat menentukan keberasilan dalam proses pembelajaran. Sebaik apapun seorang guru dalam pembelajaran, harus didukung sebuah alat yang bernama media pembelajaran. Pembelajaran tanpa didukung media akan hambar rasanya. Demikian pula dengan anak didik. Sebaik apapun anak didik, apabila pemebelajaran tidak menggunakan media, anak akan merasa jenuh dan akan berkesan melelahkan. Jadi, begitu pentingnya media dalam proses pembelajaran. Berikut akan saya kupas mengenai pengertian dan nama media pembelajaran.
A. Pengertian Media Pembelajaran
Frase Media Pembelajaran terdiri atas dua kata yaitu kata "media" dan kata "pembelajaran". Kata media adalah kata benda yang mempunyai arti alat atau sarana, perantara, penghubung. (KUBI Purwadarminta). Nah jika media diartikan sebagai alat, berarti sama saja bahwa media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Jika diartikan sebagai sarana, berarti bahwa media adalah sesuatu yang melengkapi suatu proses, katakan di sini suatu proses pembelajaran. Demikian juga bila diartikan sebagai perantara atau penghubung, berarti bahwa media adalah sebagai jembatan yang menghubungkan antara guru dan siswa dalam rangka membahas suatu materi, untuk mencapai suatu tujuan pembeljaran.
Sedang kata pembelajaran, terdiri atas asal kata "ajar", yang berarti petunjuk yang diberikan untuk diketahui oleh orang lain. Kata "ajar" juga berarti mengubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Kata ajar juga bersinonim dengan kata berlatih.
Kemudian, dari kata ajar mendapat prefik ber, sehingga kata ajar berubah menjadi belajar (konsonan r pada prefik ber luluh, dan berubah menjadi konsonan l ). Kata belajar berarti "suatu proses yang dengan sengaja untuk memperoleh suatu pengetahuan, atau ilmu, atau pengalaman.
Dari kata belajar kemudian mendapat prefik "peN" dan sufik" an", sehingga menjadi peN-belajar-an,= pembelajaran ( konsonan N pada previk peN luluh, kemudian berubah menjadi pem ). Kata pembelajaran berarti suatu proses atau cara yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang atau beberapa orang, dengan tujuan untuk mentrasfer suatu ilmu atau kepandaian kepada orang lain{sinonimnya-pelatihan).Ada sebagian orang yang mengartikan bahwa pembelajaran adalah" suatu upaya yang dilakukan agar seseorang atau beberapa orang menjadi semangat belajar",
Menurut Gerlach dan Eli mengatakan bahwa :"media pembelajaran memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan,ketrampilan atau sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti komputer, tv, projektor, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu (Dr.rer,nat,H,Rayandra Asyhar,M,Si (2011), Kreatit Mengembang media Pembelajaran,Gp.Press,jakarta.)
Menurut Gerlach dan Eli mengatakan bahwa :"media pembelajaran memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan,ketrampilan atau sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti komputer, tv, projektor, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu (Dr.rer,nat,H,Rayandra Asyhar,M,Si (2011), Kreatit Mengembang media Pembelajaran,Gp.Press,jakarta.)
Dari rangkaian arti kata tersebut di atas dapat ditarik sutu pengertian bahwa flase media pembelajaran mempunyai arti"suatu alat atu sarana yang digunakan oleh seseorang dalam suatu proses untuk mentrasfer ilmu atau pengalamannya kepada orang lain dengan maksud agar orang lain menjadi tau atau menjadi pandai atau untuk membentuk karakter orang lain, agar orang lain ada perubahan sikap".
Media pembelajaran merupakan sarana yang sangat vital.Karena media dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, dan perasaan kemauan peserta didik dalam proses pembelajaran. Mengingat pentingnya media,maka seorang guru harus mampu memilih media yang cocok sesuai dengan bidang atau materi yang akan disajikan kepada anak didiknya, demi tercapainya tujuan yang diharapkan.
B. Macam-macam Media Pembelajaran
Dengan meningkatnya arus tekologi, maka cukup besar pengaruhnya terhadap perkembangan pada dunia pendidikan. Salah satu diantaranya mengenai sarana pembelajaran, yang disebut media pembelajaran. Di era globalisasi ini model media pembelajaran berkembang cukup pesat. Sekarang ini model media pembelajaran beraneka macam. Dari sisi lahirnya, media pembelajaran dibagi menjadi
:
:
- Media pembelajaran alami.
Model media alamiah yaitu media pembelajaran yang konkrit yang ada di lingkungan sekitar. Misalnya, seorang guru menjelaskan tentang arus gelombang laut. Anak langsung dibawa ke pantai, untuk menyaksikan atau mengamati gelombang laut yang sebenarnya.Contoh lain, jika guru menjelaskan tentang anggota tubuh hewan, anak diajak langsung menyaksikan ayam atau burung atau hewan laiinya yang ada disekitarnya. - Model media buatan
Model media buatan atau produk dapat dibagi menjadi dua, diantaranya:
a. Model media manual Model media manual banyak sekali jenisnya, umpama:
1) Gambar keangka manusia untuk menjelaskan materi Ilmu Pengetahuan Alam
2) Gambar wayang, untuk menjelaskan materi aja Bahasa Jawa
3) Kartu huruf, untuk menjelaskan materi ajar Bahasa Indonesia
4) Gambar pahlawan, untuk menjelaskan materi ajar Ilmu Pengetahuan Sosial, dan lain sebagainya
b. Model media pembelajaran elektro
Model media pembelajaran jenis elektro juga banyak sekali jenisnya, misal:
1) CD pembelajaran matematika
2) CD proyektor
3) LCD
4) Sofware animasim dan sebagainya
Ditinjau dari sisi lahirnya, media buatan dapat kita bagi menjadi:
1. Media pembelajaran buatan guru
1. Media pembelajaran buatan guru
Tidak sedikit guru yang profesional dan guru yang memiliki dedikasi tinggi selalu berupayamenciptakan model media pembelajaran dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda pula, dalam rangka memperbahasui dan menyesuaikan ilmu pengetahuan serta perkembangan kurikulum yang ada. Di samping juga seorang guru yang provesional dan bersertivikasi dituntut harus mampu menyusun karya ilmiah, sebgai sarat pengajuan kenaikan tingkat.
2. Media pembelajaran buatan non guru
Banyak pula model media pembelajaran yang disusun oleh non guru. Baik dari percetakan, perusahaan, maupun dari kelembagaan.Mereka berusaha berlomba-lomba menciptakan suatu media yang menarik, murah, dan harganya bisa terjangkau oleh peminatnya. Mengapa demikian, mereka memiliki latar belakang yang bervariasi, kira-kira diantaranya adlah:
a. Mreka simpatis terhadap dunia pendidikan dan pembelajaran.b. Secara kebetulan mereka memiliki keahlian di bidangnya.c. Mereka ingin memetik suatu keuntungan demi lancarnya perusahaan.
Jika kita tinjau dari sisi fungsi kemanfaatannya, baik media buatan guru maupun buatan perusahaan, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya.
Keunggulan media dari perusahaan atau lembaga tertentu, biasanya lebih menarik, canggih, dan lengkap, karena pembuatannya didukung oleh peralatan yang mutakhir, dan juga biaya yang maksimal.
Sedang kelemahannya adalah biasanya kurang sesuai dengan materi ajar yang dilaksanakan guru, harganya lebih mahal. Uraian materi kadang tidak sesuai dengan standar KTSP
Keunggulan media buatan guru misalnya kesesuaian lebih evektif dan tepat sasaran, karena membuatnya berdasarkan materi ajar dan disesuaikan dengan pengalaman yang dimiliki, harganya cenderung lebih murah
Kelemahan media buatan guru misalnya, biasanya biasanya tampak kurang menarik, karena dibuat dengan peralatan yang kurang syarat.
Demikian kira-kira model media pembelajaran yang ada saat ini, karena begitu banyak model media pembelajaran, sihingga para guru tidak akan sulit mencari media yang sesuai, dan semoga dapat memacu teman-teman guru untuk bisa mendesain model media pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan materi ajar, demi kemajuan pendidikan, dan demi memberi motivasi bagi guru agar menjadi guru yang provesional. ,aaf pak guru kalau posting aku kurang bagus.